Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Maret 2010

Mengapa Perempuan Manangizzz??

Suatu hari, seorang anak bertanya kepada ibunya, “Ibu, mengapa ibu menangis?”
Ibunya menjawab, “Sebab ibu adalah perempuan, nak.”

“Saya tidak mengerti ibu,” kata si anak.

Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kau memang tak akan mengerti¦”

Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya. “Ayah, mengapa ibu menangis?”
“Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas,” sang ayah menjawab.

“Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan.”

Si anak membesar menjadi remaja, dan dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, dia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?” Dalam mimpinya dia merasa seolah-olah mendengar
jawapannya:

“Saat Ku ciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.

Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

“Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila dia telah membesar.

“Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

“Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.

“Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam apa punjua keadaan dan situasi. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak- anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didakap dengan lembut olehnya.

“Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sukar dan menjadi pelindung baginya.
Sebab bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak..?

“Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyedarkan bahawa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

“Dan akhirnya, Kuberikan wanita air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat dia gunakan bila-bila masa pun dia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita, kerana sebenarnya air mata ini adalah “air mata kehidupan.”

(Kisah Teladan)

Readmore »»

Minggu, 21 Maret 2010

Wasiat Rasul Kepada Aisyah ra.

Saiyidatuna 'Aisyah r.'a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda :
"Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau. Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini..."

Intisari wasiat Rasulullah s.a.w tersebut dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.

Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu :
  1. Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah;
  2. tidak memuji Allah Taala atas kemurahan-Nya, apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur;
  3. mengkufurkan nikmat; menganggap nikmat bukan dari Allah
  4. membanyakkan kata-kata yang sia-sia, banyak bicara yang tidak bermanfaat.

Wahai, Aisyah, ketahuilah :
  1. bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah
  2. bahwa wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya.
  3. bahwa isteri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah akan menghapuskan muka dan tubuhnya pada hari kiamat.
  4. bahwa isteri yang tidak memenuhi kemauan suaminya di tempat tidur atau menyusahkan urusan ini atau mengkhiananti suaminya, akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka.
  5. bahwa wanita yang mengerjakan sembahyang dan berdoa untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, akan dipukul mukanya dengan sembahyangnya.
  6. bahwa wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek-robek pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun;
  7. bahwa wanita yang berzina akan dicambuk dihadapan semua makhluk didepan neraka pada hari kiamat, tiap-tiap perbuatan zina dengan depalan puluh cambuk dari api.
  8. bahwa isteri yang mengandung ( hamil ) baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamul-lail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah.
  9. bahwa isteri yang bersalin ( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusukan anaknya.
  10. bahwa wanita apabila bersuami dan bersabar dari menyakiti suaminya, maka diumpamakan dengan titik-titik darah dalam perjuangan fisabilillah.

Readmore »»

Akhwat Sejati??


Seorang Gadiz kecil bertanya pada Ayahandanya:

“Wahai Abi, ceritakan padaku tentang akhwat sejati.”

“Wahai Anakku, Akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dari kecantikan hati yang ada di baliknya.”

“Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dari sejauh mana ia menutupi tubuhnya.”

“Akhwat sejati bukanlah begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan, tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan tersebut pada orang lain.”

“Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tapi dari apa yang sering mulutnya bicarakan.”

“Akhwat sejati bukanlah dilihat dari keahliannya berbahasa, tapi dari bagaimana caranya ia berbicara.”

“Akhwat sejati bukanlah dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian, tapi dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.”

“Akhwat sejati bukanlah dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tapi dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.”

“Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tapi dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu degan penuh rasa syukur.”

“Akhwat sejati bukanlah dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tapi dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.”

Setelah itu, aku kembali bertanya :
“Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Abi?”

Sang ayah memberinya buku dan berkata :

“Pelajari ttg dia”

aku pun mengambil buku itu…

‘Istri Para Nabi’, judul yang tertulis di buku itu.

(Teladan)

Readmore »»

Menjadi Istri Idaman Yang Layak Dicintai

Rasulullah SAW pernah memberikan gambaran karakter seorang wanita salehah,
sekaligus istri yang layak dicintai, melalui sebuah kisah yg begitu indah dan inspiratif bagi semuanya.

Kisahnya bermula ketika Rasulullah SAW mengunjungi putrinya,Fatimah Az-Zahra r.a. Yg terlihat kepayahan mengurusi urusan rumah tangganya. Saat itu, Fatimah memimta seorang hamba sahaya kepada rasul untuk meringankan pekerjaannya.

Tetapi,Rasul tidak berkenan memberikannya hamba sahaya, beliau malah mendoakan kebaikan bagi Fatimah, sambil menyatakan bahwa istri yang mengurusi keperluan rumah tangga lah yang menkadi karakter seorang wanita dalam islam, yaitu ummu wa rabbatul bait yang akan mendatangkan keridhaan Allah SWT. Rasul juga memerintahkan Fatimah untuk mengunjungi rumah Fulanah binti Fulan.
Rasul menyatakan Fulanah itu adalah wanita salihah calon ahlul jannah (penghuni surga), dan agar Fatimah bisa mengambil ibrah (pelajaran) dari kepribadian Fulanah.

Fatimah pun segera menunaikan perintah Rasul itu,ia mendatangi kediaman Fulanah sambil membawa Hasan bin Ali bin Abi Thalib r.a. Sesampainya disana, Fatimah mengetuk pintu dan mengucapkan salam, lalu minta izin untuk masuk ke rumah Fulanah.

Tetapi, fulanah sama sekali tidak mengizinkannya. Ketika Fatimah mengatakan alasannya, “engkau datang bersama anak lelakimu, dan sesungguhnya suamiku tidak berkenan kalau ada rajul ajnabi(lelaki asing) di rumahnya, selagi dia tidak ada di rumah”
“tetapi, bukankah Hasan masih kecil dan belum baligh?” tanya Fatimah
“betul. Tetapi, dia tetap rajul ajnabi bagi diriku. Aku pun harus bersikap amanah atas perintah suamiku”

Maka, kagumlah Fatimah atas pribadi mulia Futanah binti Fulan itu. Lalu dia pun kembali ke rumahnya dan menitipkan Hasan, lalu kembali ke rumah Fulanah, untuk mengetahui kesalihan wanita yg dijanjikan Rasul sebagai calon penghuni surga itu.

Setelah diizinkan masuk ke rumah Fulanah, Fatimah kagum melihat kesibukan Fulanah dalam mengurusi keperluan rumah tangganya.
Kemudian, putri Rasul itu tertegun ketika melihat meja makan Fulanah, yang telah tersedia makanan hangat, minuman segar dan…sebuah cambuk!!

Fatimah memahami untuk apa makanan dan minuman itu dihidangkan, tetapi buat apa cambuk tsb disediakan di atas meja makan???

Saking penasaran, Fatimah segera menanyakan hal itu kepada tuan rumah. Fulanah hanya tersenyum, kemudian menjelaskan bahwa makanan,minuman sekaligus cambuk itu disediakan untuk suaminya. Kalau seandainya suaminya tidak ridha atas bakti dan pelayanan sebagai istri,maka dia bersedia untuk dicambuk demi menebus ketidakridhaannya itu. Fulanah juga menyatakan bahwa dia sungguh berharap keridhaan suaminua, kerna keridhaan suami adalah keridhaan Allah SWT.

Maka, semakin kagumlah Fatimah AzZahra r.a. Atas kualitas kesalehan Fulanah binti Fulan yg dikatakan Rasul -nya sebagai calon penghuni surga. Fatimah juga membenarkan apa yg telah dijanjikan Allah SWT, bahwa

SEBAIK-BAIKNYA PERHIASAN DUNIA ADALAH WANITA SHALIHAH,

SEMULIA-MULIANYA MANUSIA ADALAH PALING BERTAKWA,

DAN SEBAIK-BAIKNYA WANITA ADALAH WANITA YG PALING PINTAR MENYENANGKAN HATI SUAMINYA.

Rasulullah SAW pernah bersabda pada Muadz bin Jabal,
“kalau saja seorang manusia boleh bersujud kepada manusia lagi,aku akan memerintahkan seorang istri bersujud kepada suaminya”

Dalam AlQuran surat Annisa ayat34:

“kaum pria adalah pemimpin bagi kaum wanita. Oleh karena itu,Allah telah melebihkan sebagian mereka (pria) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (pria) telah menafkahkan harta mereka, sebab itu maka wanita yang saleh adalah yang taat kepada Allah….”

Semoga bisa menjadi Inspirasi
Wassalam wr.wb.

Readmore »»

Pahalanya Khusus Kaum Wanita

Asma’binti Yazid Anshari r.ha. adalah seorang sahabiah.
Pada suatu ketika, ia mendatangi Nabi saw. Dan berkata,”Ya Rasulullah, aku datang sebagai utusan kaum wanita. Sungguh, engkau adalah utusan Allah untuk kaum laki-laki dan juga wanita. Untuk itu, kami sebagai kaum wanita telah beriman kepada Allah dan kepada mu. Kami kaum wanita selalu tingal di dalam rumah saja, tertutup dalam hijab-hijab, dan sibuk menunaikan keperluan serta keinginan suami. Kami selalu mengasuh anak-anak, sedangkan kaum laki-laki selalu mendapat pekerjaan yang memborong pahala.

Mereka dapat menghadiri shalat Jum’at, dapat berjamaah shalat lima waktu, dapat menjenguk orang sakit, menyertai jenazah, pergi haji, dan yang paling utama, mereka dapat menghadiri shalat Jum’at, dapat berjamaah shalat lima waktu, dapat menjenguk orang sakit, menyertai jenazah, pergi haji dan yang paling utama, mereka dapat berjihad di jalan Allah. Jika mereka sedang mengerjakan haji, umrah, atau jihad, kamilah yang menjaga harta mereka, menjahitkan baju mereka, dan memelihara anak-anak mereka. Maka, apakah kami tidak mendapatkan pahala yang sama dengan mereka?”.

Rasulullah saw. Mendengarkanya dengan penuh perhatian. Kemudian beliau berpaling kepada para sahabatnya dan bersabda,”pernahkah kalian mendengar sebuah pertanyaan agama yang lebih baik daripada pertanyaan wanita ini?”

Para sahabat berkata,”Ya Rasulullah, bahkan kami tidak menduga bahwa kaum wanita akan dapat bertanya seperti itu.”

Lalu beliau berpaling kembali kepada Asma’r.ha. dan bersabda,”Dengarkanlah dengan baik dan perhatikan, lalu sampaikanlah kepada para wanita muslimah yang telah mengirimmu ke sini. Apabila para istri selalu berbuat baik kepada suaminya, selalu mentaatinya, melayaninya dengan baik, dan berusaha membuat suaminya selalu bergembira, maka itu adalah sesuatu yang sangat berharga. Jika semua itu dapat kalian kerjakan, kalian akan mendapatkan pahala yang sama dengan kaum laki-laki.”

Mendengar jawaban Nabi saw. Itu, hati Asma’ r.ha. sangat gembira. Kemudian ia segera kembali menjumpai kaumnya.

Pelayanan yang baik dan ketaatan seorang istri terhadap suaminya merupakan kebaikan yang sangat berharga. Namun kebanyakan wanita sekarang ini melalaikannya. Pada suatu ketika, para sahabat hadir di majelis Rasulullah saw.

Mereka bertanya,”Kami melihat orang-orang non-Arab sangat menghormati raja dan para pemimpinnya dengan bersujud. Padahal engkau lebih berhak dihormati seperti itu oleh kami.” Namun Nabi saw melarang berbuat demikian kepadanya.

Beliau bersabda, “Seandainya aku dibolehkan memerintahkan seseorang bersujud kepada selain Allah, niscaya akan kuperintahkan para istri untuk bersujud di depan suaminya.”

Beliau juga bersabda,”Demi Allah Yang nyawaku di dalam gengaman-Nya, seorang istri tidak dapat memenuhi hak-hak Allah sebelum ia memenuhi hak-hak suaminya.

Sebuah riwayat lain menyebutkan,”Suatu ketika, seekor unta datang dan bersujud di hadapan Rasulullah saw.Para sahabatberkata,”Jika hewan ini saja bersujud kepada Rasulullah saw. Tentu kami lebih berhak bersujud di hadapanmu, ya Rasulullah.’

Lalu beliau menjawab dengan jawaban di atas,’Seandainya aku dibolehkan memerintah seseorang bersujud kepada selain Allah, maka akan kuperintahkan para istri bersujud di depan suaminya.”

Dalam hadits lainya disebutkan bahwa beliau bersabda,”Jika seorang istri meninggal dunia dan suaminya rela kepadanya, istri itu pasti masuk surga.”

Sebuah hadist lain menyebutkan,”Seorang istri yang memarahi suaminya dan berpisah tidur pada malam harinya, maka pada itu para malaikat melaknatnya sampai pagi.”

Beliau juga bersabda, “ Ada dua jenis manusia yang shalatnya tidak akan diterima, sehingga tidak akan naik ke langit melebihi kepala mereka. Pertama, seorang hamba yang lari dari tuannya. Dan kedua, seorang istri yang tidak mentaati suaminya.”
Semoga kita bisa mengambil hikmah & keteladanan dari cerita diatas. Amiin.

(Teladan)

Readmore »»
el_Rahman © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute